Minggu, 24 Juli 2011

Harry Potter Tayang, Transformer Menyusul

Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) mengatakan tiga penyihir Hogwarts, Harry, Ron, dan Harmione akan lebih dulu menyihir pecinta film Tanah Air dalam filmnya berjudul 'Harry Potter and The Deathly Hollows-Part 2'. Seperti diketahui terdapat dua film yang saat ini ditunggu masyarakat Indonesia yakni Harry Potter dan 'Transformer: Dark of The Moon'.



Menurut Ketua Umum GPBSI, Djonny Syafruddin, bioskop tak bisa menayangkan dua film secara bersamaan karena masalah waktu. Dekatnya bulan suci Ramadhan membuat asosiasi mengurungkan niatnya menayangkan kedua film itu secara berdekatan.

"Karena pada minggu-minggu pertama ibadah puasa membuat masyarakat memilih beribadah ke masjid," kata Djohnny kepada wartawan seusai jumpa pers di Hotel Acaciana, Jakarta, Sabtu 23 Juli 2011.

Untuk memuaskan dahaga para pecinta film Indonesia, lanjutnya, importir film telah menyiapkan 99 kopi film Harry Potter yang rencananya akan tayang pada akhir Juli ini. Saat ini film tersebut telah lulus dari badan sensor Indonesia dan siap untuk diedarkan. "Kami harapkan dengan jumlah tersebut, seluruh bioskop di Indonesia dapat secara serentak menanyangkan film Harry Potter," imbuhnya.

Dengan kembalinya film box office Hollywood, tambahnya, diharapkan dapat menggairahkan kembali industri bioskop domestik. Selama bioskop tidak menanyangkan film-film box office, terjadi penurunan angka pengunjung yang cukup signifikan.

"Biasanya bila dilihat secara nasional pengunjung rata-rata mencapai 400 hingga 500 ribu tiap bulannya. Saat ini untuk mencapai angka 100 ribu saja sulit," tuturnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengeluarkan ijin impor untuk importir baru 'Omega Film' mengimpor film-film produksi Motion Pictures Association of America (MPAA). MPAA adalah gabungan perusahaan pemroduksi film major Hollywood.

Sebelumnya, terjadi kemelut mengenai bea masuk dan pajak film impor antara pemerintah dan pihak importir. Kesalahan interpretasi mengenai kebijakan pungutan pajak tersebut mengakibatkan penghentian impor film-film Hollywood ke Indonesia.

Setelah melalui konsolidasi antara pemerintah dengan pihak importir akhirnya disepakati beberapa hal yakni tarif bea masuk impor film naik sebesar 100 persen dari tarif lama dan sistim perhitungannya tidak lagi mengukur panjangnya film tetapi berdasarkan durasi. Dengan selesainya permasalahan tersebut, kini bioskop siap memutar kembali film-film box office.



sumber : vivanews

Related Post:

Widget by [ Iptek-4u ]

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Iptek-4u - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons